Hot Posts

4/footer/recent

Comments

4/comments/show

#2 RERASA Banh Pho - Pho Bo

Aku punya rencana kecil-kecilan bersama temanku. Mencoba makanan khas tiap daerah di Indonesia dan negara-negara lain. Syaratnya restonya harus buka di Jogja (biar bisa dijangkau) dan tentunya dengan range harga yang masih masuk akal di kantong mahasiswa rantau.

Ada beberapa daftar nama resto yang sudah ku catat bersama temanku. Salah satunya yakni restoran khas makanan Vietnam yang ada di Jalan C. Simanjutak Terban, jalanan one way sebelum menuju ke SMA N 6 Yogyakarta. Mempunyai dua cabang di Jogja, yakni Terban dan daerah selatan (Parangtritis).

Ku kira awalnya resto ini bernama Banh Pho, ternyata, Banh Pho adalah nama salah satu menu yang dijual, sedangkan nama asli restonya adalah Mim’Bar Si Baud (dilihat dari google maps). Yha, maklum saja, banner papan restonya bertuliskan “Ban Pho” dengan sangat besar. Pantas saja orang-orang lebih memilih mengucapkan nama itu dari pada nama restonya yang tercetak di banner pun tidak. Cmiiw, please.  

Buka jam 4 sore hingga 9 malam, retoran ini menggunakan konsep resto terbuka dengan meja dari ban mobil (atau truk). Tempatnya seperti di dalam garasi dekat jalan raya, dengan lay out tempat duduknya yang agak menjorok ke trotoar, sedikit mengganggu pejalan kaki, namun tidak terhalang sepenuhnya.

Ada beberapa macam makanan yang ditawarkan. Banh Pho/Pho Bo, Banh Mi, Nasi Telur Sapi, Nasi Sereh dan minumnya ada air mineral, teh, dan Soft Drink. Sayangnya, saat saya ke sana kemarin, menu Banh Mi sedang kosong, jadi belum bisa merasakannya. Katanya sih memang menu Banh Mi jarang tersedia di cabang Terban. Kalau mau varian Banh Mi, lebih baik langsung meluncur ke cabang yang ada di selatan, katanya menu-menu di sana lebih variatif dan selalu tersedia.

Pho disajikan di dalam mangkok seukuran ramen atau soto yang besar, dialasi dengan tapsi alumunium. Topping seperti daun bawang, chilli oil, serbuk-serbuk hingga cabai diambil sendiri di dekat meja kasir.

Percayalah kawan, untuk kali ini aku merekomendasikan kalian untuk mengambil chilli oil yang banyak. Aku merasa chilli oil Banh Pho berbeda dengan chilli oil yang pernah aku rasakan sebelumnya. Gurih, tidak layu, dan tidak membuat sakit di tenggorokan. Ada tekstur kristal yang membuatnya gurih. Aku menebak-nebak, rasa gurih ini berasal dari garam atau micin. Karena kalau garam, rasanya tidak seasin itu. Kalaupun itu micin, mungkin bukan micin dapur kali ya? Entahlah. Topping ini adalah satu-satunya yang paling pas untuk Banh Pho (menurutku).

Oke, menuju icip mencicip menu utama. Sekilas kalau dilihat dari tampilan awal, Banh Pho ini hampir mirip dengan tampilan soto kecambah. Bedanya terletak pada kuahnya yang lebih bersih, bukti bahwa Banh Pho tidak menambahkan kunyit di dalam proses pembuatannya.

Rasanya sangat ringan, tidak berat dengan bumbu-bumbu rempah. Pokoknya saat menyeruput kuah dari sendok, ada jaminan untuk tidak tersedak kuah karena bumbu-bumbunya. Ini yang bikin kita pas makan jadi enak banget. Ngerasa let it flow gitu.

Bihun atau mi beningnya itu enak. Serasi sama kuahnya, jadinya sensasinya ngga nabrak gitu. Untuk daging slice yang di dalam Pho-nya menurutku masih agak ada bau menyengat sedikit, ga sampai yang mengganggu sekali, tapi enak banget kok, juicy gitu.

Kayaknya nih, Pho ini masuk ke makanan yang cocok banget disajiin buat orang yang masih dalam fase recovery gitu. Berdasar kuahnya yang light.

Satu porsi Pho harganya 28 ribu. Worth. Karena daging slice-nya banyak. Untuk pemesanan langsung menuju kasir, diikuti dengan pembayarannya (qris available).

Bagiku, pengalaman mengecap rasa di Banh Pho tergolong nikmat dan memuaskan. Cuma ada beberapa kekurangan yang aku sayangkan, yakni tempat cuci tangannya yang dekat dengan tempat makan, kondisi permukaan jalan atau tempatnya kurang rata, jadi bikin oglak-aglik dikit, mejanya yang hanya seukuran ban dan tidak rata, sehingga riskan tumpah atau oleng, dan yang terakhir ketersediaan menu Banh Mi.

Mungkin untuk keluh kesah yang terakhir bisa aku atasi dengan kunjungan kedua ku. Entah itu di cabang Terban atau yang di selatan. Tunggu aja kelanjutannya hehehe. 


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "#2 RERASA Banh Pho - Pho Bo"

Posting Komentar